Rabu, 06 Februari 2013

Ratok Hati

hati yang pilu belum mampu terobati,
hening ku jalani dalam keramaian, 
sepi ku lalui dalam keheningan.
goresan-goresan berubah menjadi luka.
cacian dan hardikan ku dapati didalam luka.
tak mampu ku berdiri dan menyusun tawa, 
aku hanya mampu mengungkap dalam diam.

goresan itu berubah menjadi luka ketika aku tak mampu menahan asa,
kulalui hari yang tak seperti dulu ketika goresan hanya sekedar goresan.
ketika goresan tak mau menjadi luka.

arti diri yang begitu rendah membuat aku menentang keadaan,
yang mampu menimbulkan sedih dan sesal.
jika boleh ku bawa dalam denyut nadi ku, 
ku perlihatkan rasa yang berlayar menembus batu dan karang di jatungku, 
jika boleh ku bawa dalam paru-paru ku, 
ku perlihatkan betapa sesak ku menghela nafas dalam cemburu.

aku yakin Engkau mengetahui apa yang ku rasa, 

aku yakin Engkau mengetahui hati umat-Mu.
jika Engkau melihat linangan di pipi ku, 
itu hanya embun yang singgah sebentar danpergi lagi dari pipiku
bukti kesejukan jiwa atas keberadaan-Mu
aku memang jauh dari kata sempurna,
namun keberadaan-Mu mampu membuatku menyadari, apa makna kesempurnaan itu..
ketika itu tampak tak baik, Engkau tw apa yang ada didalam hati Umat-Mu

ketika aku lelah, bimbing aku ke jalan-Mu